Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Part 1 Ergonomi Pengukuran Waktu Kerja

PENGUKURAN WAKTU

Pengukuran Waktu : Kegiatan yang dilakukan untuk menentukan waktu yang dibutuhkan bagi seorang pekerja normal, untuk mengerjakan suatu tugas atau aktifitas tertentu.
Tujuan : Menetapkan waktu yang disebut dengan istilah Standard Time atau Waktu Baku

Jenis Pengukuran Waktu

Pengukuran Waktu terbagi menjadi 2 kelompok, yaitu :
Pengukuran Waktu secara Langsung yaitu Pengukuran dilaksanakan secara langsung di tempat dimana pekerjaan yang bersangkutan dijalankan. Terdiri dari Stop watch  & Work Sampling


Pengukuran Waktu secara Tidak Langsung yaitu Pengukuran atau perhitungan waktu tanpa harus berada di tempat pekerjaan, yaitu dengan membaca tabel-tabel yang tersedia, dengan mengetahui jalannya pekerjaan melalui elemen-elemen pekerjaan atau elemen-elemen gerakan. Terdiri dari Data Waktu Standar dan Data Waktu Gerakan, dan lain-lain.


macam macam pengukuran kerja


Pengukuran Waktu dengan Jam henti (stop Watch) 

Alat utama: stop watch
dimana cara pengamatannya dilakukan dengan mengamati kegiatan secara terus menerus pada tempat aktifitas tersebut berlangsung, dan  mencatat  waktu  kerja  pada  proses/kegiatan  tersebut,  dan  mengolah  data-data yang diperoleh. 

Sebelum  mengadakan  penelitian  banyak  faktor-faktor  yang  harus  diperhatikan  supaya  memperoleh hasil yang memuaskan faktor-faktor tersebut antara lain; 

  • Kondisi kerja 
  • Operator 
  • Cara pengukuran 
  • Metode kerja 
  • Jumlah pengukuran


Langkah-langkah sebelum melakukan pengukuran waktu

1. Penetapan Tujuan Pengukuran
2. Melakukan Penelitian Pendahuluan
3. Memilih Operator
4. Melatih Operator
5. Mengurai Elemen Pekerjaan Atas Elemen-elemen Pekerjaan
6. Menyiapkan Alat-alat Pengukuran 
7. Melakukan Pengukuran Waktu 
8. Tingkat Ketelitian Dan Tingkat  Keyakinan 
9. Pengujian Keseragaman Data 
10.Melakukan Penghitungan Waktu Baku 
  • Melakukan Penyesuaian
  • Penghitungan Waktu Normal
  • Menghitung Kelonggaran
  • Penghitungan Waktu Baku 

1. Penetapan Tujuan Pengukuran

Pokok tujuan dalam pengukuran waktu adalah di tetapkanya,  peruntukan penggunaan hasil dari pengukuran, tingkat ketelitian, dan tingkat keyakinan yang diinginkan dari hasil pengukuran tersebut misalnya waktu baku yang diperoleh dipergunakan sebagai dasar dalam menentukan upah. Maka tingkat ketelitian dan keyakinan dаlаm pengukuran harus tіnggі kаrеnа  karena menyangkut prestasi dan pendapatan buruh disamping keuntungan perusahaan itu sendiri.


2.MELAKUKAN PENELITIAN PENDAHULUAN :

Waktu kerja yang didapat dаrі kоndіѕі kеrjа yang bаіk .
A. Mempelajari kondisi kerja dan cara kerja, kemudian memperbaikinya. 
B. Merancang kondisi dan cara kerja yang baik yang baru 
C. Membakukan secara tertulis sistem kerja yang telah  dianggap baik.


3.   MEMILIH OPERATOR 

Sуаrаt – ѕуаrаt tеrѕеbut аdаlаh  berkemampuan normal dan dapat diajak bekerja sama.

Gambar Distribusi kemampuan Pekerja
Gambar Distribusi kemampuan Pekerja




4. MELATIH OPERATOR



Hal ini terjadi jika pada saat penelitian pendahuluan kondisi kerja atau cara kerja sesudah mengalami perubahan.

kondisi kerja atau cara kerja sesudah mengalami perubahan.



5. MENGURAI PEKERJAAN ATAS ELEMEN-ELEMEN PEKERJAAN

Waktu siklus adalah waktu penyelesain satu satuan produk sejak bahan baku mulai diproses ditempat kerja yang bersangkutan.


gambar komponen sebuah ballpen
gambar komponen sebuah ballpen


Pedoman penguraian pekerjaan atas elemen2nya, yaitu :

1. Sesuai dengan ketelitian yang diinginkan. 
2. Elemen-elemen pekerjaan hendaknya berupa satu atau      beberapa elemen gerakan.
3.  Jangan sampai ada elemen yang tertinggal.
4. Elemen yang satu hendaknya di pisahkan dari elemen yang lain secara jelas.

ALASAN :
1. Memperjelas catatan tentang cara kerja yang dibakukan.
2. Memungkinkan melakukan реnуеѕuаіn bаgі ѕеtіар elemen, karena ketrampilan bekerjanya operator belum tentu sama untuk semua bagian dari gerakan – gerakan kerjanya.
3. Melakukan pembagian реkеrjааn mеnjаdі еlеmеn – еlеmеn pekerjaan adalah untuk memudahkan mengamati terjadinya elemen yang tidak baku  yang mungkin saja dilakukan pekerja.
4. Memungkinkan di kembangkannya Data waktu standart. 


6 . MENYIAPKAN ALAT-ALAT PENGUKURAN :
                                     
Jam henti/ stop watch, lembaran lembaran pengamatan, pena atau pensil, papan pengamatan.


gambar jam henti berjarum dua
gambar jam henti berjarum dua



8.MELAKUKAN PENGUKURAN WAKTU :

a. PENGUKURAN PENDAHULUAN. 
Tujuan : untuk mengetahui berapa kali pengukuran harus dilakukan  untuk tingkat-tingkat ketelitian dan keyakinan yang diinginkan.

 b. TINGKAT KETELITIAN DAN TINGKAT KEYAKINAN:
Tingkat ketelitian menunjukkan penyimpangan maksimum hasil реngukurаn dаrі wаktu реnуеlеѕаіаn  sebenarnya. 

TIngkat keyakinan menunjukkan besarnya keyakinan 
pengukur bahwa hasil yang diperoleh memenuhi syarat ketelitian tadi

c. PENGUJIAN KESERAGAMAN DATA :
Seragam, yaitu berasal dari sistem sebab yang sama, bila berada diantara  kedua batas kontrol. 


Pengolahan data hasil pengukuran Waktu

1. Mengelompokkan hasil pengukuran waktu ke dalam sub group.

Mengelompokkan hasil pengukuran waktu ke dalam sub group

Hasil pengukuran seperti contoh diatas, kemudian kelompokkan  hasil pengukuran kedalam sub group dg rumus 

Subgrup = 3,3 log N dan kolom = N/sub group

Sub group= 3,3 log 15 = 3,88 == 3

Kolom = 15/3 = 5


2. Hitung rata-rata dari harga rata-rata sub group menggunakan rumus

dimana;  


x  = harga rata-rata dari sub group ke-i    
k  = banyaknya sub group yang terbentuk 

Hitung rata-rata dari harga rata-rata sub group



3. Kemudian hitung standard deviasi data yang sebenarnya dari penyelesaian dengan rumus

N =  adalah jumlah pengamatan pendahuluan yang telah dilakukan, sedangkan 
xj = waktu penyelesaian  yang teramati  selama  pengukuran pendahuluan  selanjutnya  hitung 

hitung standard deviasi data


4. Hitung standar deviasi dari distribusi harga rata rata subgrup dengan rumus 

dimana n adalah besarnya sub group Hitung standar deviasi dari distribusi harga rata rata subgrup



5. Tentukan batas kendali atas (BKA), dan batas kendali bawah (BKB)

Tentukan batas kendali atas (BKA), dan batas kendali bawah (BKB)


6. Menghitung jumlah pengukuran yang diperlukan dengan menggunakan rumus:

Menghitung jumlah pengukuran





7. Menghitung waktu siklus dengan rumus 


Menghitung waktu siklus dengan rumus



Pengolahan data hasil pengukuran dapat dilihat dibawah ini

Pengelompokan hasil pengamatan ke dalam sub group

Pengelompokan hasil pengamatan ke dalam sub group


2. hitung rata - rata dari harga rata rata sub group
hitung rata - rata dari harga rata rata sub group

3. Standar deviasi data yang sebenarnya 

 Standar deviasi data yang sebenarnya

4. Standar deviasi rata-rata
Standar deviasi rata-rata

5. Uji keseragaman data

Uji keseragaman data



6. Uji kecukupan data

Uji kecukupan data

N’ < N maka data pengamatan cukup


7. Menghitung siklus

Menghitung siklus


Reference :
Sutalaksana, Iftikar Z., dkk. 2006. Teknik Perancangan Sistem Kerja .Institut Teknologi Bandung: Bandung.
Sritomo W, 2008. Ergonomi Studi Gerak danWaktu.