Algoritma 1 : Tipe Data, Operator, Variabel Dengan Bahasa Pascal

Algoritma 1 : Tipe Data, Operator, Variabel Dengan Bahasa Pascal

Algoritma 1 : Tipe Data, Operator, Variabel Dengan Bahasa Pascal 

Tipe Data :
Program pada dasarnya memanipulasi data objek ( data ) di dalam memori. Dimana Variabel ( peubah ) dan constanta ( constant ) merupakan objek data yang dimanipulasi.


Tipe data merupakan tipe sebuah objek, menentukan himpunan nilai yang dapat di milikinya dan operasi yang dapat dilakukanya. Kita menggunakan sebuah variabel untuk menyimpan data sementara, Dimana data yang ingin  kita manipulasi harus di berikan tipe datanya sesuai dengan nilai yang ingin kita simpan di sebuah variabel.

Jenis tipe data terdiri dari :

Tipe Data Sederhana :
Tipe data sederhanan merupakan tipe yang sudah ada dan di jadikan patokan / standar suatu bahasa pemrograman terntentu.

Tipe Data Terstruktur :
Tipe data tersturktur : adalah tipe data yang dapat digunakan untuk menampung lebih dari satu tipe data dalam variable / Peubah.

Tipe Data Penunjuk :
adalah tipe data bahasa pemrograman yang nilainya mengacu untuk menunjuk langsung nilai lain yang tersimpan di tempat lain dalam suatu memori komputer


Tipe Data Dasar  Sederhana  :
Tipe data sederhana adalah tipe data yang sudah ada dan dijadikan standar atau patokan dalam bahasa pemrograman tertentu. Isi dari tipe data sederhana ini adalah data-data tunggal. Tipe data sederhana terdiri dari :

Integer         ( bilangan bulat ).
Real             ( bilangan pecahan ).
Char             ( alphanumerik dan tanda baca ).
String           ( untaian kata ).
Boolean        ( logika ).

Tipe Data Integer :
Merupakan tipe data yang digunakan untuk menyatakan bilangan bulat Tidak memuat bilangan pecahan, terdiri atas integer positif, integer negatif dan nol. Bilangan bulat adalah bilangan yang tidak mengandung pecahan desimal. Dalam tipe data ini tidak diperkenankan menggunakan karakter koma diantara dua bilangan.

Contoh Pembagian jenis data pada turbo Pascal :
Tipe
Ukuran memori
(dalam byte)
Jangkauan nilai
BYTE
1
0..255
SHORTINT
1
-128..127
INTEGER
2
-32768..32767
WORD
2
0..65535
LONGINT
4
-2147483648..2147483647
Contoh Penggunaan Tipe data Integer menggunakan Pseudocode : 

Program int;
Deklarasi
A : integer; { memberikan ketentuan pada variabel A dengan tipe data integer }
B : integer ;
C : integer ;
Algoritma
A <- 10 ; { memasukan nilai kedalam variabel }
B <- 50 ;
C <- 30 ;
Cetak ( A ); { cetak nilai yang ada pada variabel A }
Cetak ( B );
Cetak ( C );


Contoh Penggunaan Tipe data Integer menggunakan Bahasa Pascal :

program tipedata_int;
uses crt;
var
   A : integer ;
   B : integer ;
   C : integer ;
   D : integer ;

begin
clrscr;

     A := 10 ;
     B := 15 ;
     C := 20 ;
      {D := 50.5 ;  salah karena bertipe data pecahan }

     writeln ( ‘Cetak A  = ‘, A );
     writeln ( ‘Cetak B  = ‘, B );
     writeln ( ‘Cetak C  = ‘, C );

     readln;

end.

Output  :

Cetak A = 10
Cetak B = 15
Cetak C = 20
  
Tipe Data Real :
Bilangan real adalah bilangan yang mengandung pecahan desimal. Penulisan untuk jenis data ini selalu menggunakan titik desimal.

Nilai konstanta numerik real berkisar dari 1E-38 sampai dengan 1E+38 dengan mantissa yang signifikan sampai dengan 11 digit. E menunjukkan nilai 10 pangkat. Nilai konstanta numerik real menempati memori sebesar 6 byte.

Contoh :
133.45  { benar }
17385.  { salah, titik desimal tidak boleh dibelakang }
12E5
-12.34
.1234    { salah, titik desimal tidak boleh dimuka }

Contoh Pembagian jenis data  Real pada turbo Pascal :
Tipe
Ukuran memori
(dalam byte)
Jangkauan nilai
Digit signifikan
SINGLE
4
1.5x10E-45 .. 3.4x10E38
7-8
DOUBLE
8
5.0x10E-324 .. 1.7x10E308
15-16
EXTENDED
10
1.9x10E-4951 .. 1.1x10E4932
19-20
COMP
8
-2E+63+1 .. 2E+63-1
19-20

Tipe Data Boolean :
Tipe data  boolean adalah tipe yang hanya dapat bernilai benar (true) atau salah (false). Pada bahasa pemrograman Pascal menyediakan empat macam tipe boolean seperti
Tipe Data
Ukuran
Boolean
1 byte
ByteBool
1 byte
WordBool
2 byte (1 word)
LongBool
4 byte (2 word)

Operator untuk boolean adalah:
-      Logical operator yaitu : NOT, OR, AND, dan XOR
-      Relational operator yaitu : >, <, =, ≠, ≥, dan ≤

Tipe Data Char (Karakter)
Tipe data Yang termasuk ke dalam tipe data char adalah semua huruf abjad, semua tanda baca, angka ‘0’, ‘1’, ‘2’, ... ‘9’, dan karakter khusus seperti ‘&’, ‘@’, ‘%’, ‘#’, ‘$’,dan Karakter kosong (null) adalah karakter yang panjangnya nol, dan dilambangkan dengan tanda petik  ( ‘ ). Nama tipe untuk karakter adalah char.

Operasi yang dilakukan pada tipe char adalah operasi perbandingan.
Operator perbandingan yang berlaku untuk tipe char adalah :
= (sama dengan),
≠ (tidak sama dengan),
< (lebih kecil),
> (lebih besar),
≥ (lebih besar sama dengan) dan ≤ (lebih kecil sama dengan).
Contoh :
            ‘i’  =  ‘i’            (hasil : true)
            ‘B’ = ‘b’           (hasil : false)
            ‘r’ ≠ ‘R’            (hasil : true)
            ‘m’ < ‘z’          (hasil : ture)
            ‘Q’ > ‘Z’          (hasil : false)

Tipe Data String ( Untaian Kata ) :
String adalah untaian karakter dengan panjang tertentu. String  bukan tipe dasar murni karena ia disusun dari elemen-elemen bertipe karakter. Namun, karena tipe string sering dipakai dalam pemrograman maka string dapat diperlakukan sebagai tipe dasar.

Semua konstanta string harus diapit oleh tanda petik tunggal. Contoh-contoh konstanta string Contohnya :

‘Bogor’
‘Desa’
‘ Jl. Jeruk Purut No.35’
‘Belajar Pascal’
‘Desa Pucang Agung’

Contoh Algoritma penggunaan tipe data :
program tipedata_gabungan
deklrasi
   A : integer
   B : real
   C : Boolean
   D : string

Algoritma
     A <- 10  { mengisi nilai integer }
     B <- 15.20  { mengisi nilai real }

     if ( A <= B ) then
           C <- true   { statement pertama di eksekusi jika benar }
     Else
            C <- false ; { statement kedua d eksekusi jika salah }
     endif

     D := 'belajar pascal' ;  { isi nilai string }
     writeln ( 'Cetak A = ', A )
     writeln ( 'Cetak B = ', B )
     writeln ( 'Cetak C = ', C )
     writeln ( 'Cetak D = ', D )
     readln;
end.

Contoh  Penggunaan Tipe Data Menggunakan Bahasa Pascal :

program tipedata;
uses crt;
var
   A : integer ;
   B : real;
   C : Boolean ;
   D : string ;
begin
CLRSCR;
     A := 10 ; { mengisi nilai integer }
     B := 15.20 ; { mengisi nilai real }

     if ( A <= B )then
        begin
             C := true ;  { statement pertama di eksekusi jika benar }
        end
     else
         begin
              C := false ; { statement kedua d eksekusi jika salah }
         end ;

     D := 'belajar pascal' ;  { isi nilai string }

     writeln ( 'Cetak A = ', A );
     writeln ( 'Cetak B = ', B );
     writeln ( 'Cetak C = ', C );
     writeln ( 'Cetak D = ', D );
     readln;
end.

Identifier :
Identifier merupakan nama yang digunakan untuk keperluan menyimpan suatu nilai, pendeklarasian variabel, konstanta, tipe dan nama program atau sub program.

Identifier tidak boleh ditulis secara sembarangan. Adapun aturan penulisan identifier adalah sebagai berikut :

Nama identifier harus dimulai dengan karakter huruf alfabet a-z atau A-Z.
Setelah karakter pertama, dapat dilanjutkan dengan karakter afanumerik (angka maupun huruf) dan underscore (_).
Dalam penulisan identifier tidak boleh menggunakan karakter-karakter berikut ini :

~ , ! , @ , # , $ , % , ^ , & , * , () , _ , +  , { , } , | , : , ” , < , > , ?


Variabel :
Variabel merupakan tempat untuk menyimpan nilai sementara dari suatu data. Untuk mendeklarasikan sebuah variabel digunakan pernyataan :
           
    Var
                        Nama_variabel : type data


Aturan di dalam penamaan variabel :
-        Harus diawali dengan huruf.
-        Tidak boleh menggunakan spasi. Spasi bisa diganti dengan karakter   underscore
-        Tidak boleh menggunakan karakter-karakter khusus (seperti : +, -, *, /, < >, dll).
-        Tidak boleh menggunakan kata-kata kunci yang sudah dikenal oleh  (seperti :, string, integer, dll).
Sebuah variabel hanya dapat menyimpan satu nilai data sesuai dengan type datanya. Cara mengisi nilai data ke dalam sebuah variabel dalam bahasa pascal :
<nama_variabel> := <nilai_data>
Contoh : nama_mahasiswa := ’ cantik ;

Reference :
Munir, R. Algoritma & Pemrograman Dalam Bahasa Pascal Dan C. Bandung : Informatika. 2007.
Raharjo, B. Teknik Pemrograman Pascal Revisi Ke tiga. Bandung : Informatika. 2010.
Ramadhani, C. Dasar Algoritma & Struktur Data Dengan Bahasa Java. Yogyakarta : Cv Andi Offset. 2015

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel